Sabtu, 05 Juli 2014

MOTIVASI BERPRESTASI



Crow. A (1983) menyatakan bahwa motivasi adalah suatu keadaan yang menyebabkan seseorang untuk melakukan suatu perbuatan atau aktivitas untuk mencapai tujuan. Menurut saya, setiap orang harus memiliki tujuan hidup untuk jangka pendek dan tujuan hidup jangka panjang. Untuk keadaan saat ini saya sebagai mahasiswa memiliki tujuan jangka pendek yaitu harus dapat lulus tepat waktu dengan nilai yang memuaskan dan tujuan jangka panjang adalah memiliki karier yang baik untuk dapat menjadi seorang entrepreneur disamping itu juga dapat bekerja di sebuah perusahaan yang bonafit. Tetapi untuk menjalani itu semua saya tentunya harus memiliki motivasi atau dorongan. Motivasi bisa berasal dari mana saja, bisa dari orang tua dan yang paling besar adalah dorongan dari diri sendiri untuk menjalani dan mewujudkannya.
Untuk mencapai tujuan jangka panjang, terlebih dahulu saya harus dapat mewujudkan tujuan jangka pendek saya. Disamping motivasi dari orang tua dan diri sendiri, motivasi itu juga berasal dari kampus saya sendiri yaitu dengan pemberian beasiswa untuk peningkatan prestasi. Motivasi untuk selalu berprestasi ini menjadi semakin kuat. 
Menurut McClelland and Heckhausen menyatakan bahwa motivasi berprestasi adalah motif yang mendorong individu dalam mencapai sukses dan bertujuan untuk berhasil dalam kompetisi dengan beberapa ukuran keberhasilan, yaitu dengan membandingkan prestasinya sendiri sebelumnya maupun dengan prestasi orang lain. Saya yakin jika saya memiliki motivasi untuk selalu berprestasi ini akan mengantarkan saya menuju sebuah kesuksesan karena untuk selalu berprestasi ini tidak hanya dijalani dalam lingkup kuliah/sekolah tetapi harus terpelihara hingga lingkup karier/kerja.

Selasa, 03 Juni 2014

KEPEMIMPINAN DALAM KEWIRAUSAHAAN


KEPEMIMPINAN DALAM KEWIRAUSAHAAN

A.    Definisi Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah proses mengarahkan perilaku orang lain ke arah pencapaian suatu tujuan tertentu. Pengarahan dalam hal ini berarti menyebabkan orang lain bertindak dengan cara tertentu atau mengikuti arah tertentu. Wirausahawan yang berhasil merupakan pemimpin yang berhasil memimpin para karyawannya dengan baik. Seorang pemimpin dikatakan berhasil jika percaya pada pertumbuhan yang berkesinambungan, efisiensi yang meningkat dan keberhasilan yang berkesinambungan dari perusahaan.
Kepemimpinan wirausahawan (leadership) merupakan suatu proses mempengaruhi, mengarahkan dan memberikan semangat kepada orang lain guna bekerja dalam mencapai suatu tujuan umum serta kemudian memberikan mereka kekuatan dan kebebasan dalam pencapaiannya.

B.     Perilaku Kepemimpinan
Perilaku pemimpin menyangkut dua bidang utama:
1.      Berorientasi pada tugas yang menetapkan sasaran, merencanakan, dan mencapai sasaran
Seorang pemimpin dengan orientasi demikian cenderung menunjukkan pola-pola perilaku berikut:
-          Merumuskan secara jelas peranan sendiri maupun stafnya.
-       Menetapkan tujuan-tujuan yang sukar tapi dapat dicapai dan memberitahukan orang-orang apa yang diharapkan dari mereka.
-  Menentukan prosedur-prosedur untuk mengukur kemajuan menuju tujuan dan untuk mengukur pencapaian tujuan itu, yakin tujuan yang dirumusakan secara jelas dan khas.
-   Melaksanakan peranan kepemimpinan secara aktif dalam merencanakan, mengarahkan membimbing dan mengendalikan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada tujuan.
-          Berminat mencapai peningkatan produktivitas
2.      Berorientasi pada orang, yang memotivasi dan membina hubungan manusiawi
Orang-orang yang kuat dalam orientasi orang cenderung menunjukkan pola sebagai berikut :
Menunjukkan perhatian atas terpeliharanya keharmonisan dalam organisasi dan menghilangkan ketegangan jika timbul.
-        Menunjukkan perhatian kepada orang sebagai manusia dan bukan sebagai alat produksi saja.
-       Menunjukkan perhatian dan rasa hormat pada kebutuhan-kebutuhan, tujuan dan keinginan, perasaan dan ide karyawan.
-          Mendirikan komunikasi timbal balik yang baik dengan staf.
-          Menerapkan prinsip penekanan-ulang untuk meningkatkan prestasi karyawan.
-          Mendelegasikan kekuasaan dan tanggung jawab, serta mendorong inisiatif.
-          Menciptakan suasana kerja sama dan gugus kerja dalam organisasi
Memimpin tidaklah sama dengan mengelola (manage). Walaupun beberapa wiraswastawan adalah seorang pemimpin dan beberapa pemimpin adalah wiraswastawan, memimpin dan mengelola bukanlah merupakan aktivitas yang identik.
Kepemimpian adalah bagian dari manajemen. Pengelolaan (manage) adalah bidang yang lebih luas dibandingkan memimpin dan dipusatkan pada masalah perilaku maupun non perilaku. Kepemimpinan terutama ditekankan pada isu perilaku.
C.    Pendekatan-pendekatan Kepemimpinan
1.      Pendekatan Sifat (trait approach)
Pendekatan ini menganggap bahwa pemimpin yang baik adalah dilahirkan dan bukannya diciptakan. Pemimpin yang berhasil cenderung memiliki karakteristik berikut:
-          Kecerdasan, termasuk kemampuan menilai dan verbal
-          Prestasi dimasa lalu dalam bidang pendidikan dan olah raga.
-          Kematangan dan stabilitas emosional
-         Ketergantungan, ketekunan, dan dorongan untuk mencapai prestasi yang berkesinambungan.
-          Ketrampilan untuk berprestasi secara sosial dan beradaptasi dengan berbagai kelompok
-          Keinginan untuk menggapai status posisi sosial ekonomi
2.      Pendekatan Situasi (situational approach)
Penekanan kepemimpinan telah bergeser dari pendekatan sifat ke pendekatan situasi.

D.    Penentuan Bagaimana Membuat Keputusan Sebagai Seorang Pemimpin
Tiga faktor utama yang mempengaruhi penentuan wirausahawan tentang perilaku kepemimpinan mana yang akan digunakan untuk membuat keputusan adalah:
1.      Kekuatan dalam diri wirausahawan
Wirausahawan hendaknya mengetahui 4 kekuatan dalam diri mereka yang akan mempengaruhi ketetapan hati mereka tentang bagaimana membuat keputusan sebagai seorang pemimpin, yaitu:
a.       Kekuatan pertama adalah nilai-nilai wirausahawan, seperti arti penting efisiensi organisasional bagi wirausahawan, pertumbuhan pribadi, pertumbuhan bawahan, dan laba perusahaan.
b.      Kekuatan kedua adalah derajat kepercayaan wirausahawan pada bawahan.
c.       Kekuatan ketiga adalah kekuatan pemimpin dari wirausahawan itu sendiri.
d.      Ekuatan keempat adalah toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity).
2.      Kekuatan pada bawahan
Untuk mengerti bawahan, seorang wirausahawan harus ingat bahwa tiap bawahan agak berbeda dan agak sama. Seorang wirausahawan mungkin bisa meningkatkan keberhasilannya sebagai seorang pemimpin dengan memberikan kebebasan yang lebih besar kepada bawahan dalam pembuatan keputusan.
3.      Kekuatan dalam situasi kepemimpinan
-          Melibatkan tipe organisasi di mana seorang pemimpin bekerja
-          Yang mempengaruhi adalah masalah yang harus dipecahkan
-          Melibatkan waktu yang tersedia dalam membuat suatu keputusan

E.     Situasi Kepemimpinan pada Umumnya
Seorang pemimpin menunjukkan 3 tipe perilaku utama ketika mereka menyelesaikan tugas kewajiban mereka, yaitu:
1.      Perilaku Struktur
Perilaku struktur adalah suatu aktivitas kepemimpinan yang menggambarkan hubungan antara pemimpin dan pengikut dari pemimpin tersebut atau menetapkan prosedur yang terdefinisi baik yang harus dipatuhi oleh pengikut dalam melaksanakan tugas-tugas mereka.
2.      Perilaku Pertimbangan
Perilaku pertimbangan adalah perilaku kepemimpinan yang mencerminkan persahabatan, saling percaya, rasa hormat, dan kehangatan dalam hubungan diantara pemimpin dan pengikut bawahannya.
3.      Corak kepemimpinan
Corak kepemimpinan adalah perilaku yang ditunjukkan oleh seorang pemimpin dalam mengarahkan anggota-anggota organisasi pada arah yang tepat.

F.     Teori Daur Hidup Kepemimpinan
Teori daur hidup kepemimpinan adalah dasar pikiran yang mengaitkan corak kepemimpinan dengan berbagai situasi untuk menjamin kepemimpinan yang efektif. Teori ini menggunakan 2 tipe perilaku kepemimpinan yang pada dasarnya sama dengan di atas, tetapi menanamkan kedua dimensi tersebut sebagai “tugas” dan bukannya struktur serta “hubungan” dan bukannya pertimbangan.
Teori daur hidup terutama didasarkan pada hubungan antara kedewasaan pengikut, perilaku tugas dari pemimpin, dan perilaku hubungan pemimpin. Kedewasaan didefinisikan sebagai kemampuan dari pengikut untuk melakukan pekerjaan mereka secara independen, untuk menerima tanggung jawab tambahan, dan keinginan untuk mencapai keberhasilan.
Teori situasi kepemimpinan seperti teori daur hidup didasarkan pada konsep bahwa pemimpin yang berhasil harus merubah corak kepemimpinannya ketika mereka menemui situasi yang berbeda.Perubahan corak ketika ditemui situasi yang baru ini dinamakan fleksibilitas pemimpin.

Sumber:
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/kewirausahaan/bab12-kepemimpinan_dalam_kewirausahaan.pdf http://www.ukmkecil.com/wirausaha/kepemimpinan-wirausahawan

Rabu, 30 April 2014

Berakhirnya Usaha & Sumber Daya Manusia bagi Organisasi Kewirausahaan

 Sistem Kerja Kontrak, Gantungkan Nasib Buruh
Sebuah pengalaman yang sangat berharga selama satu tahun sebelum saya kuliah yaitu pengalaman bekerja pada sebuah perusahaan berbentuk PT yang berada di kawasan industri MM 2100. Saat itu setelah lulus dari bangku SMA saya pindah ke Bekasi dan memutuskan untuk bekerja. Saya mengirimkan beberapa surat lamaran pekerjaan ke beberapa perusahaan dan salah satu yayasan penyalur tenaga kerja. Setelah beberapa lama menunggu, pada pertengahan bulan puasa tahun 2011 saya dipanggil untuk melakukan tes seleksi di sebuah yayasan yang berada di Cikarang. Kemudian saya mendatangi yayasan tersebut dan melakukan tes tulis. Setelah itu dilakukan tes kesehatan di sebuah rumah sakit yang direkomendasikan dari yayasan tersebut. Beberapa hari kemudian para pelamar pekerjaan yang berada di yayasan tersebut termasuk saya diberitahukan bahwa ada sebuah PT yang sedang membutuhkan karyawan sehingga kita semua tes lagi di PT tersebut langsung. Tesnya meliputi tes tulis, tes tinggi badan, tes buta warna, tes mata, dan wawancara. Bersyukur beberapa hari kemudian saya dinyatakan lolos dan diterima bekerja di PT tersebut. Tetapi ketentuan dari yayasan bahwa karyawan yang disalurkan melalui yayasan tersebut, ijazah ditahan selama 3 bulan. Ternyata PT tersebut memang penerimaan karyawannya direkrut dari 3 yayasan, salah satunya yayasan yang menyalurkan saya. Ketentuan setiap yayasan berbeda, misalnya mengenai lamanya penahanan ijazah dan lamanya kontrak kerja. Ada yang 6 bulan dan ada yang setahun. Saat itu saya dikontrak selama 6 bulan.
Mengenai penerimaan/perekrutan karyawan setiap perusahaan /PT berbeda-beda. Saya juga punya pengalaman perekrutan karyawan di lain perusahaan. Saat itu saya mengeposkan surat lamaran ke alamat PT langsung, kemudian saya dipanggil untuk melakukan tes tulis di sebuah PT yang berada di kawasan industri Jababeka. Karena ini merupakan perusahaan otomatif maka dominan pekerja adalah laki-laki, tetapi saat itu juga sedang ada lowongan pekerjaan untuk perempuan. Setelah lolos tes tulis, beberapa minggu kemudian saya dipanggil utuk melakukan wawancara namun sayangnya saya gagal pada tes wawancara.
Menyambung cerita saya bekerja di PT yang berada di kawasan MM 2100, saya dikontrak selama 6 bulan dan setelah 6 bulan bekerja kontrak saya diperpanjang lagi selama 6 bulan. Ada gaji UMR (waktu itu UMR nya Rp 1,3 juta), uang transport, uang tunjangan shift malam, dan jamsostek. Makan satu kali dan jika lembur 3 jam maka diberi makan lagi. Saya juga dipinjami perusahaan baju dan sepatu. Tetapi sampai saya keluar dari perusahaan, kartu jamsostek tidak diberikan oleh yayasan walaupun sudah seringkali mendatangi yayasan tapi tak pernah membuahkan hasil. Saya bekerja dengan system off, maksudnya 4 hari kerja 2 hari libur.
Pada bulan Januari 2012 ada demo di beberapa kawasan industry, termasuk kawasan industry tempat saya bekerja. Waktu buruh minta kenaikan UMR, lalu hasilnya didapat UMR untuk perusahaan elektronik sebesar Rp 2,7 juta.
Sistem kerja yang berada di PT secara umum menggunakan system kontrak. Ada yang hanya menerapkan bagi karyawan yang bekerja pada PT tersebut selama 2 tahun maka akan diputus kontrak kerja dan tidak boleh lagi bekerja pada PT tersebut. Namun ada juga PT yang mengangkat karyawan kontrak menjadi karyawan tetap dengan kriteria tertentu, misalnya bekerja pada perusahaan tersebut selama 2-3 tahun dengan absensi yang baik.
Tetapi menurut saya, sistem kerja kontrak ini seakan-akan hanya menggantung nasib para buruh karena perusahaan hanya mengontrak karyawannya beberapa bulan saja (ada hanya dengan kontrak 3 bulan) hal ini dapat dikarenakan produksi perusahaan sedang naik tetapi disaat produksi perusahaan sedang turun maka perusahaan akan meng-cut kontrak kerja mereka. Biasanya perusahaan akan menerima dan menghabiskan kontrak pada saat bulan puasa, hal ini dikarenakan perusahaan menghemat pengeluaran untuk pembayaran THR. Terlebih lagi saat ini setiap perusahaan memiliki kriteria batasan umur bagi calon karyawan yang akan direkrut, rata-rata batas usia 23 tahun.
Saya pernah bertemu dengan seorang laki-laki di mana dia sedang kebingungan mencari pekerjaan yang saat itu umurnya sudah lebih dari 23 tahun. Laki-laki tersebut baru saja habis kontraknya di  tempat kerja dia dulu. Disaat umurnya yang sudah mencapai batas maksimum ini dia habis kontrak (keluar dari perusahaan) dan sulit untuk mencari pekerjaan. Saya turut prihatin terhadap hal ini, khususnya untuk laki-laki di mana suatu saat nanti dia akan berkeluarga dan menghidupi keluarganya namun masih memiliki status karyawan kontrak (belum diangkat menjadi karyawan tetap) dan suatu saat di cut kontraknya oleh perusahaan,dan akhirnya dia menganggur.
Di daerah saya banyak ditemui di mana seseorang menganggur yang jika ditanya, mereka menjawab “sudah habis kontrak dan lagi nyari lagi”. Hal ini membuat saya berargumen bahwa system kerja konttrak ini tak memberikan kepastian hidup dalam jangka panjang, karena rata-rata kontrak hanya selama 6 bulan – 1 tahun, di mana ketika kontrak mereka habis, mereka tidak dapat melamar lagi di perusahaan tersebut dan harus mencari-cari lagi lowongan pekerjaan, dan hal itu akan terjadi berulang-ulang tanpa suatu kepastian.

Mudah-mudahan untuk ke depannnya segera dibuat kebijakan yang mengatur sistem kerja kontrak di Indonesia yang dapat mensejahterakan kaum buruh. :)